31 Jul 2021

Ku awali perkuliahanku dengan kata “terpaksa”

Ku awali perkuliahanku dengan kata “terpaksa”

Halo sahabat Carolusian…

Apa kabar semuanya? Semoga tetap sehat ya dalam pandemi ini. Oiya, pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang, maka perkenalkan namaku Thalia. Aku adalah alumni S1 Keperawatan A 2015 Carolus atau bagian Carolusian yang puji Tuhannya sudah lulus.

Aku disini mau sedikit berbagi banyak hal selama di STIK Sint Carolus nih. Karena 5 tahun bukanlah hal yang singkat dan mudah untuk dilewati. Banyak kenangan baik atau pun kurang baik yang terjadi.

Sebenarnya aku tidak memulai semuanya atas keinginanku sendiri, ini lebih cocok dikatakan sebagai “pengalaman menerjuni diri sendiri”. Aku tidak benar-benar ingin menjadi perawat, karena cita-citaku adalah menjadi dokter. Namun, karena banyaknya hal yang membuatku harus mengalahkan egoku, maka aku harus mengikuti nasihat dan saran orang tuaku untuk menjadi perawat. Karena aku yakin bahwa nasihat dan saran orang tua selalu yang terbaik untuk kita.

Ku awali kuliahku dengan kata “terpaksa”, kenapa? Karena memang bukan jurusan kemauanku dan aku pun tidak pernah mengatahui atau pun mendengar tentang STIK Sint Carolus. Walaupun begitu, aku tidak mau keterpaksaanku ini malah mempengaruhi nilaiku dan pembelajaranku selama di kuliah. Aku tetap mengikuti setiap pembelajaran dengan baik dan bersyukur, karena semua hal memang akan diawali dengan kata dipaksa-terpaksa-terpaksa-terbiasa.

Seiring berjalannya waktu, keterpaksaanku untuk kuliah di STIK Sint Carolus semakin berkurang. Di tempat ini aku mendapatkan begitu banyak hal baru dan hal yang mengejutkan namun mendewasakan diriku. Di STIK Sint Carolus lah aku pertama kali mendapatkan teman orang Timur, karena aku tinggal di Bekasi dan temanku tidak ada yang berasal dari Timur. Menyenangkan sekali bisa berkenalan dan memiliki teman dari berbagai daerah. Lalu di STIK Sint Carolus ini aku semakin dewasa dengan 5 soft skill yang menurutku hanya beberapa universitas atau sekolah menerapkan soft skill. Kelima soft skill Carolus (jujur, disiplin, peka peduli, tangguh dan percaya diri) ini tidak hanya mendewasakanku secara pemikiran, namun juga secara kepribadian.

STIK Sint Carolus bukanlah sekolah yang biasa menurutku, ini adalah sekolah yang luar biasa dan banyak membuat kesan baik di berbagai rumah sakit. Bagaimana tidak? Aku ingat ketika aku praktik lapangan dan saat profesi Ners, saat itu aku dan teman-teman seangkatanku harus praktik di berbagai rumah sakit yang berbeda. Namun, setiap kali aku praktik, kakak-kakak perawat di rumah sakit tempatku praktik selalu mengistimewakan mahasiswa STIK Sint Carolus, aku ingat salah satu kakak pernah mengatakan alasan mengapa mahasiswa STIK Sint Carolus diistimewakan adalah karena mahasiswa STIK Sint Carolus itu mandiri dan pintar serta lulusannya banyak yang menjadi atasan. Kata-kata tersebut sering terdengar saat aku praktik lapangan dan membuat aku bangga menjadi Carolusian. Kata-kata tersebut mungkin terdengar berlebihan, namun aku tidak mengarangnya dan itu benar terjadi.

Lima tahun kuliah di STIK Sint Carolus tidak membuatku tambah bodoh, malah membuatku semakin ingin tahu tentang banyak pembelajaran dalam ilmu medis. Lalu apa yang kurang enaknya kuliah di STIK Sint Carolus? Akan terasa tidak enak disaat awal kau menjalaninya. Karena salah satu soft skill STIK Sint Carolus adalah tangguh, maka kau harus mampu mengikuti setiap pembelajaran yang ketat di STIK Sint Carolus dan tentunya tangguh saat praktik lapangan yang mungkin kamu akan merasakan dinas malam. Namun, seiring berjalannya waktu akan menjadi terbiasa dan tangguh itu akan menjadi kepribadianmu sendiri.

Aku bukanlah anak yang pintar, namun puji Tuhan aku mendapatkan beasiswa dari RS Sint Carolus. Iyaps, aku adalah penerima beasiswa RS Sint Carolus Salemba dan sekarang puji Tuhannya sudah bekerja. Jatuh bangun kuliah di STIK Sint Carolus tidaklah membuatku rugi, namun membuatku untung. Banyak sekali rumah sakit mengincar lulusan STIK Sint Carolus, karena hampir semua teman satu angkatan denganku mendapatkan beasiswa dari berbagai rumah sakit.

Apakah rugi mendapatkan beasiswa? Tidak sama sekali. Kamu akan langsung mendapatkan pengalaman bekerja dan tidak perlu repot-repot untuk melamar pekerjaan. Lalu apakah ada syarat khusus untuk medapatkan beasiswa? Tentunya ada. Syarat yang sudah pasti dimiliki setiap beasiswa adalah IPK min. 3,0. Tapi untuk aku yang tidak begitu pintar ini saja bisa mendapatkan IPK >3,0 , kamu juga pasti bisa lebih dari aku. Intinya adalah perlu banyak mencari tau dan belajar selama kuliah, perlu update dan memperkaya ilmu, agar tidak kalah dengan jaman dan mampu mendapatkan IPK >3,0.

Puji Tuhan saat ini aku sudah bekerja di RS Sint Carolus Salemba. Aku mulai bekerja setelah wisuda di awal bulan Oktober 2020. Pengalaman bekerjaku belum seberapa, namun menurutku sudah lumayan banyak apalagi di masa pandemi ini. Namun tetap aku masih butuh banyak belajar, karena saat bekerja, bukan berarti kamu tidak perlu belajar. Justru bekerja menjadi kesempatan emas untuk bisa lebih banyak belajar dan upgrade ilmu.

Setelah lulus dari STIK Sint Carolus, kelima soft skill itu sangat berlaku dalam dunia pekerjaanku dan semakin terbiasa aku gunakan. Aku tidak merasa menyesal sama sekali menjadi Carolusian, karena aku lulus dengan segudang ilmu dan pengalaman. Walaupun banyak keluh kesah, banyak tangis dan keterpaksaan yang aku lalui selama kuliah di STIK Sint Carolus, tapi aku bersyukur Tuhan menempatkan aku pada sekolah yang memberikan aku begitu banyak bekal dan kesiapan untuk aku bekerja sekarang ini.

So… untuk kalian yang bingung dan ragu join di STIK Sint Carolus, aku sarankan dari pengalamanku ini untuk mencoba kuliah di STIK Sint Carolus. Kalian tidak akan rugi, malah sebaliknya… kalian akan menemukan banyak kejutan tak terduga dan banyak perasaan bersyukur karena telah memilih atau telah ditempatkan di STIK Sint Carolus. Semangat untuk kalian yang akan memulai atau sudah memulai! Aku yang biasa saja mampu melewati semuanya, bagaimana kalian yang lebih hebat dari aku? Hehehe…

Ditulis oleh: Ns. Thalia M. Margaretha S.Kep

Kegiatan Kampus Lainnya

Berita Duka Cita

Berita Duka Cita

Oleh Ferdinan
15 Jul 2021